
Indeks Dolar AS (DXY), yang mengukur nilai Dolar AS (USD) terhadap sekeranjang mata uang, awalnya naik setelah data Indeks Harga Konsumen (CPI) Januari yang lebih tinggi dari perkiraan tetapi kemudian berbalik arah. Inflasi melampaui perkiraan, menyebabkan investor menilai kembali jalur kebijakan Federal Reserve (Fed). Sementara Ketua Fed Jerome Powell tetap tidak berkomitmen pada pemangkasan suku bunga di masa mendatang, imbal hasil Treasury bergerak lebih tinggi, mendukung DXY di awal sesi Amerika, tetapi kemudian turun di bawah 107,90.
Indeks Dolar AS berusaha untuk naik lebih tinggi tetapi menghadapi resistensi di 108,50, berjuang untuk merebut kembali Simple Moving Average (SMA) 20 hari. Relative Strength Index (RSI) tetap di bawah 50, menandakan momentum yang lemah. Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) terus menunjukkan traksi bearish.
Support langsung berada di level 108,00, diikuti oleh level psikologis utama di level 107,50. Pergerakan berkelanjutan di atas level 108,50 dapat membuka peluang menuju level 109,00, tetapi tekanan jual tetap terlihat.
Sumber: FXstreet
Pasangan USD/CHF melemah untuk hari ketiga berturut-turut dan diperdagangkan di sekitar level 0,7960 pada awal perdagangan Eropa hari Selasa. Franc Swiss menguat karena meningkatnya permintaan aset am...
Indeks Dolar AS (DXY) cenderung lesu di area 99,06 pada perdagangan Senin (19/1), karena likuiditas menipis saat pasar AS libur memperingati Martin Luther King Jr. Day. Meski pergerakan terbatas, sent...
Dolar AS diperkirakan akan naik untuk hari ketiga berturut-turut pada hari Kamis (8/1), tetapi perdagangan tetap berhati-hati karena investor mengambil posisi menjelang laporan Nonfarm Payrolls (NFP) ...
Indeks dolar sedikit naik ke 98,5 pada hari Selasa, level terkuatnya dalam lebih dari dua minggu, karena investor fokus pada serangkaian data ekonomi penting untuk AS. Indikator terbaru menunjukkan ad...
Dolar Amerika Serikat membuka awal tahun 2026 dengan kondisi lemah pada perdagangan Jumat(2/1). Sepanjang tahun lalu, dolar tertekan oleh banyak mata uang utama akibat menyempitnya perbedaan suku bung...
Harga minyak stabil pada perdagangan Kamis (12/2), seiring pasar kembali melihat risk premium terhadap tensi AS “ Iran meski data persediaan AS menunjukkan suplai domestik membengkak. Pergerakan ini menegaskan satu hal: headline geopolitik masih...
Harga emas melemah tipis pada Kamis (12/2), seiring data ketenagakerjaan AS yang lebih solid mengurangi keyakinan pasar terhadap pemangkasan suku bunga Federal Reserve dalam waktu dekat. Kuatnya data pekerjaan mendorong pelaku pasar menggeser...
Indeks Hang Seng berbalik turun pada perdagangan terbaru di Hong Kong hari Kamis (12/2), melemah sekitar 0,9% dan turun ke kisaran 27.0 ribu setelah sesi sebelumnya sempat menguat. Pelemahan ini memutus momentum reli jangka pendek, seiring investor...